ANATOMI VETERINER I SKLETON & SYNDESMOLOGI

 

}  Pendahuluan

 

Ilmu urai yang mempelajari tulang-tulang penyusun tubuh

 

Skeleton (rangka) diklasifikasikan menjadi 3 kelompok besar berdasarkan fungsinya:

•     Axialis: tulang-tulang penyusun poros tubuh

•     Appendicularis: tulang-tulang penyusun anggota gerak

•     Visceralis: tulang-tulang yang dijumpai pada jaringan lunak organ-organ tertentu

}  PENGELOMPOKKAN TULANG MENURUT BENTUK:

•    Ossa longa: tulang panjang sebagai penunjang.

•    Ossa plana: tulang pipih sebagai pertautan otot maupun dinding pelindung organ-organ lunak.

•    Ossa brevis: tulang pendek.

•    Ossa irregularia: tulang yang bentuknya tidak beraturan.

}  OSSA LONGA

}  OSSA PLANA

}  OSSA IRREGULARIA

}  mempelajari hubungan antara:

-          dua atau lebih tulang,

-          antara tulang dengan tulang rawan yang membentuk sendi(=articulatio = juncturae ossium = joint),

-          tulang dengan struktur yang lain.

 

}  Pada hewan tertentu yang tidak mempunyai os. Clavicula pada ossa membri thorachici seperti kuda dan ruminansia, hubungan antar tulang dibantu oleh otot dan ligamentum yang disebut tipe persendian synsarcosis

}  Berdasarkan struktur dan fungsi suatu persendian di klasifikasikan menjadi 2 yaitu: Articulatio Fibrosa dan Articulatio Cartilagenousa

 

 

 

Kelompok ini mempunyai ciri:

-          Jaringan ikat perantara= fibrosa

-          Hubungan bersifat sementara, selanjutnya akan mengalami ossifikasi (proses synostosis) => pergerakan persendian jadi terbatas

-          Tidak ada cavum sendi

Beberapa jenis persendian yang diklasifikasikan pada kelompok persendian synarthrosis adalah suturae, syndesmosis dan gomphosis

1. Suturae

terdapat pada ossa cranii. Antara dua atau lebih tulang disatukan erat oleh jaringan ikat fibrosa(Ligamentum suturalis), setelah dewasa mengalami ossifikasi

 

 

}  Ada 3 macam suturae sbb:

a. Suturae serrata: penggabungan jaringan     ikat   tulang antar dua tulang membentuk    mata     gergaji, ex: Suturae ossa frontalis

b. Suturae squamosa: penggabungan jaringan     tulang antar dua tulang tersusun serupa sisik ikan/ atap genting, ex: suturae ossa Temporoparietalis

c. Suturae harmonia (plana): penggabungan   jaringan tulang antar dua tulang membentuk permukaan yang halus dan   rata ex: suturae ossa nasalis, pars horizontal ossa palatina

 

 

2. Syndesmosis

terdapat pada beberapa ossa longa di extremitas, tulang yang dirangkai dipertautkan oleh jaringan ikat fibrosa putih (jaringan elastis)

ex: ossa radioulnaris, ossa tibiafibula, ossa metacarpalis dan metatarsalis

 

3. Gomphosis

Hubungan gomphosis, dijumpai pada lokasi tertanamnya dentis pada alveoli ossa maxillare, premaxillare dan pada ossa mandibulare

 

 

 

 

Merupakan peralihan antara synarthrosis dan diarthosis:

-          Jaringan ikat perantaranya adalah cartilago bersifat sementara, nantinya akan mengalami ossifikasi (proses synotosis)

-          Pergerakan terbatas atau tidak dapat bergerak samasekali

-          Tidak ada cavum sendi

 

Beberapa jenis persendian yang diklasifikasikan pada kelompok ini adalah synchondrosis dan Symphisis.

}  1. Synchondrosis (Articulatio Cartilagohyalin)

Jaringan perantara cartylagohyalin akan berkembang menjadi jaringan cartilago, setelah dewasa kedua tulang akan berfusi.

ex: basis occipitale dengan basissphenoidale, intermandibularis, costochondral junction.

 

}  2. Symphisis (Articulatio Cartilagofibrosa)

Hubungan persendian diperantarai oleh jaringan cartilagofibrosa yang memperkuat kedua bagian sisi tulang dihubungkan.

ex: corpus vertebrale pada seluruh collumna vertebralis, sternebrae, ossa costochondrale, symfisis pelvis.

 

 

Ciri khas dari tipe persendian ini adalah:

 

•     Cavum articularis

adalah rongga yang terbentuk antara dua/lebih rangkaian tulang, biasanya terisi cairan synovial yang mengandung albumin, mucin, garam dan alkalin yang memberi nutrisi pada persendian.

 

•     Capsula articularis (tidak semua ada)

adalah kantun/tabung yang melingkupi seluruh komponen sendi sebagai lapisan external, lapisan internal berupa membrana synovial.

3. Facies articularis

merupakan permukaan tulang yang membentuk persendian biasanya licin, bentuknya bisa bervariasi berupa condylus, cavum yang convek/ concaf/bulat, permukaan yang kecil rata/oval dsb.

 

4. Cartilago articularis

adalah cartilagohyalin yang menyelimuti facies articularis tulang, dengan ketebalan yang bervariasi.

5. Ligamenta

adalah pita fibrosa atau elastis, berfungsi memperkuat persendian. Melekat di sisi luar kapsul/ekstracapsularis (ligamentum collateral) dan ada yang di dalam kapsul sendi/intracapsularis (ligamentum interosseus).

 

6. Meniscus dan Discus

adalah keping fibrocartilago di antara dua rangkaian tulang. Seringkali menjadi bantalan sendi untuk penyesuaian gerak.

 

7. Cartilago marginalis (labrum glenoidale)

adalah keping yang berbentuk cincin cartilagofibrosa, terletak di antara facies articularis. Berfungsi memperluas cavum sendi untuk penyesuaian gerak

Berdasarkan tipe gerakan, persendian dibagi 3:

1. ARTHROIDEA= gliding=sendi plana

gerakan geser , sebagian besar ditemukan pada sendi yang diklasifikasikan amphiarthrosis.

ex: sendi antar vertebrae.

2. GYNGLIMUS=hinge

gerakan membentuk sudut:

-          flexio (memperkecil sudut)

-          extensio (memperbesar sudut)

-          adductio (gerak extremitas mendekati bidang median tubuh)

-          abductio (gerak extremitas menjauhi bidang median tubuh).

ex: articulatio cubiti/siku, patella

 

 

3. ROTASI dan CIRCUMDUCTIO

Persendian dapat melakukan gerakan rotasi

terbatas atau rotasi sempurna.

 

a. Sendi trochoid(pivot) melakukan gerakan berupa melingkar/ rotasi pada satu sumbu longitudinal, contoh: artc. Atlantoaxiale

 

b. Sendi pheroid (enarthrosis=circumductio) melakukan gerakan berputar pada dua atau lebih sumbu horizontal(multiaxial), contoh artc. Coxae yang terdiri dari bola dengan cavum

}  Persendian pada Ossa Axialis

  • ARTICULATIO VERTEBRALE

•  ARTICULATIO THORACALIS

•  ARTICULATIO PADA SACRUM

 

 

 

} ARTICULATIO VERTEBRALE

1. Articulatio Corpus Vertebrale

-                            persendian amphiarthrosis-synovial

-                            antara corpus vertebrale

-                            memiliki discus intervertebral

-                            ligamentum yang memperkuat sendi :

1) Ligamentum longitudinale ventralis, di permukaan ventral corpus

2) Ligamentum longitudinale dorsalis, di permukaan lantai canalis vertebralis dari axis sampai sacrum

 

2. Articulatio Arcus Vertebrale (Juncturae Zygapophyseales)

- persendian amphiarthrosis-synovialis

- Hubungan sendi dibentuk oleh processus

articularis antar arcus vertebrale dengan ruas

vertebrale di belakangnya.

Articulatio arcus vertebrale diperkuat oleh:

•     Ligamentum Supraspinosa

Ligamen nuchae: pars funicularis & pars lamelaris.

  • Ligamentum interspinosa
  • Ligamentum Intertransversarius

 

3. Articulatio Intertransversarius

- persendian amphiarthrosis-synovialis

- hanya terdapat pada kuda, dibentuk oleh

processus transversarius vertebrae lumbalis V dan VI dan vertebrae lumbalis VI dengan alae sacral, dengan tipe gerakan sendinya termasuk trochoid

 

4. Articulatio Sacrocaudale

Terbentuk dari processus transversus vertebrae sacralis I-V dengan Vertebrae Coccygealis I

5. Articulatio Atlantoaxialis

- dibentuk oleh fovea dentis os atlas dan dens axis.

-       sendi amphiarthrosis dengan jaringan ikat cartilago fibrosa.

-       tipe gerak trochoid

 

6. Articulatio Atlantooccipitale

- dibentuk oleh fovea articularis cranialis os atlas dan condylus os occipitalis.

- diarthrosis

- tipe gerak gynglymus.

}  ARTICULATIO THORACALIS

1. Articulatio Costovertebrale

Os costae dengan vertebrae thoracalis membentuk  2 persendian:

1). caput costae dengan dua ruas corpus vertebrale.

2). tuberculum costae dengan processus transversus vertebrae thoracalis

 

2. Articulatio pada Os costae

1. Articulatio Costochondralis

2. Costochondral junction

 

 

3. Articulatio Sternocostalis

-dibentuk oleh cartilago costae sternalis dengan corpus sternum

-tipe sendi amphiarthrosis-synovial

-tipe gerak rotasi

 

4. Articulatio sternales (syncondrosis sternales)

-pada kuda umur muda

-7 segmen tulang dihubungkan oleh cartilago setelah kuda menjadi tua cartilago sternebrae berossifikasi

-bertipe syncondhrosis

}  ARTICULATIO PADA SACRUM

Articulatio Sacroilliaca

- facies auricularis ossis sacrum dengan facies auricularis ossis ilium

- persendian synovial, capsula sendinya bertaut erat mengelilingi tepian kedua tulang sehingga tidak mungkin bergerak sama sekali

}  ARTICULATIO DI CRANIUM

1. Articulatio Temporomandibulare

- condylus mandibulae yang melebar transversal dengan facies articularis pada squamosa ossis temporalis

- sendi dapat bergerak memutari sumbu transversal, selain itu juga untuk membuka /tutup mulut

2. Suturae

3. Articulatio Hyoideus

- os hyoideus, antara kepingan tulang hyoideus

}  Persendian pada Ossa Apendicularis

}  A. ARTICULATIO MEMBRI THORACICI mempelajari rangkaian tulang yang menyusun anggota gerak depan (extremitas cranialis)

◦     – Articulatio Humeri

◦     – Articulatio Cubiti

◦     – Articulatio Radioulna

}  B. ARTICULATIO MEMBRI PELVINA mempelajari rangkaian tulang yang menyusun anggota gerak belakang (extremitas caudalis)

◦     – Articulatio Sacroiliaca

◦     – Articulatio Coxae

◦     – Articulatio Genu

} ARTICULATIO MEMBRI THORACICI

Articulatio Humeri

-       Antara distal os scapula dan proximal os humerus

-       Gerakan utamanya Flexi dan Extensi

Articulatio Cubiti (sendi siku)

-       Antara distal os humerus proximal os radius et ulna

-       Sendi siku disusun:

1. articulatio humeroulnaris

2. articulatio humeroradialis

- Tepi kapsul diperkuat oleh ligamentum collateralis lateralis et medialis

Articulatio Radioulna

-       Antara pos proximal os radial dan os ulnar

 

 

 

 

 

} ARTICULATIO MEMBRI PELVINA

Articulatio Sacroiliaca

-       Antara facies auricularis alae ossis sacrum dan facies auricularis ossis ilium.

-       Diperkuat oleh ligamentum sacroiliacum dorsalis et ventralis dan ligamentum sacroteberosum

Articulatio Coxae (coxofemoralis)

- Antara facies lunata acetabularis dan caput ossis femuris

 

Articulatio Genu

- Tersusun atas 3 macam sendi:

1. artculatio femoropatelaris

2. artculatio femorotibialis

3. artculatio tibiofibularis proximal

 

 

}  TERIMA KASIH

}  SELAMAT BELAJAR

 

 

17 thoughts on “ANATOMI VETERINER I SKLETON & SYNDESMOLOGI

  1. Have you ever considered about including a little bit more than just your articles? I mean, what you say is valuable and everything. However just imagine if you added some great visuals or video clips to give your posts more, “pop”! Your content is excellent but with images and videos, this site could definitely be one of the very best in its niche. Awesome blog!
    uggs slippers cheap
    [url=http://www.bizwhereis.com/scriptsOBx/index.asp?shop=uggs-slippers-cheap&id=5560]uggs slippers cheap[/url]

  2. Pingback: "mer information"

  3. Pingback: "read more here"

  4. Pingback: Frei Klavier

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>